Tentang buku MAPP – Menjadi Ayah Pendidik Peradaban

MAPP, Menjadi Ayah Pendidik Peradaban ini adalah buku perdana ust. Adriano Rusfi

Buku ini persembahan dari HEbAT community Indonesia untuk para Ayah dan calon ayah yang ingin kembali kepada fitrahnya.

Yes, saya beli buku ini memang untuk Ayahnya krucils tersayang, sebagai salah satu referensi untuk perjalanannya berjuang menjadi kepala sekolah di rumah krucils, hehe meski sampai saat ini baru halaman2 awal aja yang sudah dibacanya.

Kami ada dalam satu grup bersama ust. aad (panggilan ustadz Adriano Rusfi) meski kami tidak aktif didalam grup tersebut tapi kami tidak pernah melewatkan diskusi-diskusi bernas para gurunda didalamnya, ketauan banget kalau di grup ini jadi SR akut, jiper mau ikut nimbrung xixi. Jadi sudah familiar dengan bahasa lugas ust. Aad, seperti dalam buku perdananya ini.

Buku terdiri dari 140 halaman ini terbagi dalam 3 tema besar :

  1. Niat
  2. Sang Pendidik Peradaban
  3. Sang Raja Tega

Saya tuntas baca buku ini agak lama memang xixi maklum yes IRT tanpa ART musti pinter-pinter cari waktu luang (halah ..alibi xixi), banyak sekali tercerahkan

Seperti kita tau, problem besar di negara yang kita cintai ini adalah ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan anak. Indonesia mendapat predikat “Fatherless Country” karena sedikitnya ayah yang memiliki “kesadaran” dalam mendidik anak anaknya.

Padahal Ayah yang tidak hadir dalam pengasuhan berpotensi besar merusak masa depan anak. Anak akan kehilangan banyak suplai maskulinitas, suplai EGO kelaki-lakian, mudah tersugesti (suggestable), tidak berani berbeda, tidak kokoh memegang prinsip kebenaran yang diyakini, sehingga kelak saat dewasa, mereka hanya menjadi buih yang selalu terseret arus kehidupan.

Buku ini telah merangkum semua pemikiran beliau yang MENCERAHKAN tentang Pendidikan Anak berbasis Fitrah. Terutama tentang peran keayahan yang hari ini sudah menipis tergerus oleh perkembangan zaman.

Buku ini hadir untuk membantu anda menemukan kembali FITRAH KEAYAHAN yang sudah Allah instal didalam hati anda. Bekal pengasuhan yang mungkin saat ini masih terkubur di hati para Ayah, atau sudah tumbuh namun menyimpang, sehingga perlu digali dan diluruskan kembali.

Meski buku ini diperuntukkan untuk para Ayah, tapi bahasannya ternyata bisa membuka lebar pola pikir para Bunda. Karena fitrah keAYAHan itu berbeda dengan fitrah keBUNDAan, jadi Bunda musti tau bagaimana memposisikan diri ditengah-tengah anak-anak dan ayah anak-anaknya.

AYAH SUPLIER MASKULINITAS
Dari sang ayah seorang anak laki-laki belajar menjadi lelaki sejati, seorang anak perempuan belajar menjadi pribadi nan mandiri, teguh pendirian, namun tulus melayani suami.
Dari sang ayah anak anak belajar bersikap professional, disiplin, dan kemandirian.

AYAH PENSUPPORT EGO DAN INDIVIDUALITAS
Ayah mengajarkan anak untuk berani berbeda, berani menjadi dirinya sendiri, percaya diri, berani tetap memegang kebenaran meski sendirian.
Dari sang ayah anak belajar untuk berkata TIDAK meski semua orang memaksanya menyelisihi kebenaran yang dia yakini, untuk tidak menjadi buih yang terseret ombak kehidupan karena lemah pendirian.

AYAH PEMBUAT DAN PENGAWAS KURIKULUM PENDIDIKAN.
Ayah sang visioner sejati. Ayah adalah pembuat visi dan misi keluarga.
Ayah harus tahu mau dibawa kemana keluarganya, ayah adalah penanggung jawab di akherat atas keluarganya. Maka penting bagi ayah untuk menyiapkan kurikulum untuk membawa keluarganya bersama se-Surga.
Salah jalan, salah mendidik, pertanggungjawabannya sebagai kepala keluarga akan sangat berat di hadapan Allah kelak.

AYAH PEMBANGUN STRUKTUR BERPIKIR ANAK.
Ayahlah yang mengasah kemampuan intelektual anak anaknya. Dia pembangun akal sehat dan manhaj.
Dialog KEIMANAN antara ayah dan anak akan menguatkan Tauhid anak, akan menumbuhkan kesadaran dihatinya dan mengokohkan imannya saat dewasa.
Ayahlah yang paling mampu menumbuhkan kemampuan nalar, kreatifitas, daya kritis, problem solving dan rasionalitas anak-anaknya.

AYAH SANG “RAJA TEGA”
Ayah adalah tokoh utama yang mempercepat aqil baligh (kedewasaan) anak, maka Ayah harus hadir saat anak menjelang baligh. Ayahlah yang mengajarkan pada anak anaknya arti ketegasan, perjuangan, bangkit dari kegagalan, daya juang, melawan kemustahilan dll

Ayah, pulanglah … Ayah kembalilah ke fitrahmu (ust. Harry Santosa)

Bunda … yuk bantu para ayah menjadikan dirinya sang Pendidik Peradaban.

Ayah hebat bukanlah ayah yang sempurna, melainkan ayah yang dengan segala keterbatasannya bisa tetap menghadirkan dirinya, hatinya, dan pikirannya untuk anak dan keluarga (Bunda Septi Peni Wulandani)

Advertisements

One thought on “Tentang buku MAPP – Menjadi Ayah Pendidik Peradaban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s