Jurnal Fasil : 7. Bertabur Bintang

Setiap level dalam perkuliahan BunSay selalu spesial. Kali ini spesialnya karena fasil musti pindah kelas, tidak hanya itu, sebagian kelas musti dirombak atau dilebur dengan kelas lain dan semuanya dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas xixi

Dari kelas Gabungan 1 yang pesertanya dari Jawa Barat + Indonesia Timur, bergeser ke kelas Gabungan 3 yang pesertanya dari International + Sulawesi, perbedaan waktu lebih mencolok dibanding kelas sebelumnya, Alhamdulillah semua bisa dijalani dengan baik.

Suasana gayeng saat sesi Jumat Hangat bener2 bisa jadi jalan untuk membuat suasana kelas jadi asyik banget.

di games level 7 ini semua peserta harus mau mengasah diri menjadi pengamat yang keren buat anak-anaknya, “Discovering Ability”.
Dua kata dalam bahasa inggris di atas, apabila diterjemahkan, memiliki definisi: kemampuan daya jelajah para orangtua dan guru selaku pendidik anak-anak untuk menemukan harta karun potensi-potensi yang ada dalam diri anak-anak.
Pencarian dalam 
dalam 4 ranah potensi kecerdasan anak yaitu:

1. Ranah Intrapersonal (Konsep Diri)
Konsep diri pada anak adalah suatu persepsi tentang diri dan kemampuan anak yang
merupakan suatu kenyataan bagaimana mereka memandang dan menilai diri mereka sendiri. Hal ini berpengaruh pada sikap yang mereka tampilkan.

2. Ranah Interpersonal (Hubungan dengan sesama)
Setelah anak memahami konsep dirinya dengan baik, saatnya mereka kita latih untuk
menguatkan kecerdasan interpersonalnya (hubungan dengan sesama) lewat konsep diri yang sudah didapatkannya dengan menguatkan IMAN dan AKHLAK.
Dengan demikian diharapkan ketika berinteraksi dengan orang lain, anak tetap kuat imannya, semakin baik akhlaknya, makin mengenal jati dirinya dan tidak mudah terpengaruh.

3. Ranah Change Factor (Hubungan dengan hal-hal yang berkaitan
dengan perubahan)
Sebagai pemimpin di muka bumi ini, salah satu tugas anak-anak ketika aqil baligh nanti adalah membawa perubahan ke arah yang lebih baik terhadap apa yang dipimpinnya. Perubahan itu minimal adalah perubahan pada dirinya sendiri, karena sejatinya semua orang adalah pemimpin untuk dirinya sendiri.

4. Ranah Spiritual (Hubungan dengan Sang PenciptaNya)
Ketika anak-anak memahami peran peradabannya di muka bumi ini, maka mereka akan tumbuh menjadi individu yang meletakkan ranah spiritual sebagai yang utama dan pertama dalam kehidupannya. Mereka akan kembali ke fitrah sebagai makhluk spiritual, yaitu makhluk yang pada dasarnya menerima siapa dirinya, mampu menjadi diri sendiri sesuai dengan peran hidup dari penciptaNya, dan mampu menyelaraskan dengan kebenaran yang hakiki.

Diskusi dalam penyampaian materi, tata laksana games maupun reiew yang aktif, saling memberi tanggapan dan mengemukakan ide membuat para mahasiswi bisa menjalankan tantangan leel 7 dengan sangat baik, apalagi koordinator menjalankan tugasnya dengan sangat cekatan meski sedang menjalankan tugas negara sebagai panitia penyelengaraan pemilu di negara tempat domisilinya.

Semoga kelas semakin hangat dan asyik untuk belajar bersama dan lulus bersama-sama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s