Ulat-Jurnal#8 : Lovely Buddy

Buddy system, terus terang belum terlalu familiar saya dengan kosakata ini, tapi ternyata Bu Septi sudah menerapkannya sejak anak-anaknya kecil dulu, keren banget

Buddy adalah orang yang dekat dengan kita, selalu bersama dalam suka dan duka dan teman yang seiring sejalan dalam menjalani tantangan

Jadi di pekan terakhir tahap ulat-ulat ini, para mahasiswi musti memilih 1 orang saja sebagai buddy, saling bercerita, saling memberi aliran rasa, lalu menyiapkan bekal yang diramu sendiri yang bisa digunakan si buddy dalam laku hidupnya, yes “tantangan 30 hari”

Haha terus terang untuk bekal diri sendiri saja masih ngawang, meski sudah buanyak sekali ilmu yang didapat di hutan pengetahuan xixi, disinilah kerennya buddy system ini, setelah kenyang dengan kebahagiaan pribadi saatnya berbagi dan mengawal kebahagiaan buddy kita.

25 menit setelah mendengarkan dongeng Bu Septi Kamis lalu, entah kenapa langsung terlintas sebuah nama, nama yang klik dan enak diajak ngobrol sejak Jurnal#6 lalu, terintimidasi dari komen teman-teman di go live Ibu yang sudah mulai “melamar” buddy masing-masing, saya langsung pm yang bersangkutan, dan jawabannya “Mauuuuu banget mb… 💕”

Padahal beliau belum sempat menonton live nya Bu Septi xixi, dan baru tau belakangan kalau beliau juga berfikir untuk melamar saya sebagai buddynya, xixi mungkin ini yang dibilang jodoh ya, menyenangkan sekali rasanya saat gayung bersambut.

Yes, namanya mb Layla Febri dari IP Tangkot, yang membuat saya cepet-cepet menyelesaikan tulisan tentang eco enzyme tempo hari, rasanya memang klik banget gitu pas ngobrol, padahal belum pernah kenal sebelumnya xixi

Setelah membaca aliran rasanya, menelusuri lewat jurnal-jurnal dan tulisan lain di blognya, serasa kembali ke beberapa waktu yang lalu saat saya belajar dan memantapkan hati untuk menjalani Homeschooling dan belajar hidup minim sampah.

Jadi ya bekal untuk mb Layla dari saya beberapa hal yang menurut saya berguna untuknya, seperti dulu berguna sekali untuk saya

NIAT atau strong why

Kesiapan mental berupa NIAT dan strong why yang benar-benar kuat itu penting banget ya buat memulai sesuatu yang butuh komitmen dan konsistensi, mb Layla yang pengen ber-Homeschooling apalagi sambil mencoba hidup minim sampah alias sustainable living, karena tantangannya ga sedikit, karena kan kita ini sedikit melawan arus xixi.

Buddy system

Terinspirasi dari games di jurnal terakhir tahap ulat ini, dalam ber-HS maupun sustainable living perlu banget ada orang yang bisa seiring sejalan sama kita, orang yang berjuang bersama.

Seperti keimanan yang ada naik turunnya, konsistensi kita juga bisa naik turun, karenanya kita butuh teman seperjuangan, bisa dengan menjadikan pak suami sebagai best buddy kita, meski ga mudah membuat dia yakin sama pilihan kita apalagi ikut terjun ke-umek-an dalam keseharian, terutama dalam hidup minim sampah, laki-laki yang terbiasa praktis dan anti repot bakalan menyusahkan kita diawal xixi tapi kalau sudah berhasil meyakinkannya bahwa yang kita jalani ga main-main dia akan menjadi salah satu dari “polisi” yang menjaga kita tetap dalam koridor konsistensi.

Atau bisa dengan cara berkomunitas, untuk HS saya ikut beberapa komunitas dengan tujuan dan gaya yang berbeda-beda, ada HEbAT yang awalnya online saja, lalu komunitas HS di Batam – Gemilang yang seminggu sekali Playdate, ada juga Komunitas Belajar Bersama – Pilar Peradaban yang sering kumpul-kumpul juga untuk kegiatan anak maupun emak atau keluarga, dan ada komunitas online yang saya suka modul-modul pembelajarannya – Selingkar.

Ga berhenti belajar

Ini siy ga perlu diingetin kali yak, yakin banget kalau member Ibu Profesional apalagi sudah di kelas Bunda Cekatan, adalah ibu-ibu pembelajar yang tidak cepat puas dengan ilmu yang sudah dipunyai, meski ga kena FOMO tapi selalu meng-upgrade ilmu dan kemampuannya

Dulu saya dan suami sebelum benar-benar mulai ber-HS pernah belajar tiap Minggu di Sekolah Orang Tua, belajar jadi orang tua yang baik dan benar, lalu saat memutuskan HS mulai dengan ikut webinar dari rumah inspirasi, mas Aar dan mbak Lala membuat materi-materi yang runut dan ada diskusi di grup wa membuat makin mantab ber-HS. Eh trus ikut matrikulasi IIP makin tercerahkan.

Kemudian ketemu teman-teman sesama HSer dan komunitas-komunitas HS hadir menambah kemantapan dan semangat untuk memulai dan menjalani HS.

insyaAllah ya mb Layla, kita belajar bareng, saling bertukar pikiran, saling bertukar informasi, saling mengingatkan, saling mendukung.

Aaah berharap semoga suatu saat bisa ketemu ya kita di belahan bumi Allah manapun, aamiin

#janganlupabahagia
#jurnalminggu8
#materi8
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Erli Oktania

10 Maret 2020